Perekayasa puisi pra-islam ini bahkan berani bertindak keterlaluan hingga mereka bilang ada puisi2 pra-islam yang dikrang oleh Jin. Taha Hussein mengutip sebuah contoh puisi buatan jin, sebuah ode pujian dari Omar Ibn el-Khatab setelah kematiannya. [ibid., p. 134]
Para pengarang/perekayasa ini tidak puas hanya mengarang puisi pra-islam, mereka bahkan mengarang puisi2 pra-sejarah, sebuah ode pujian Habil, yang terbunuh oleh Kain, dan ditujukan bagi Adam sendiri, tentunya dalam bahasa Arab!
Orang bertanya-tanya gimana bisa kata2 Adam yg begitu puitis bisa lolos dari catatan nabi2 sebelumnya, bahkan Muhammad sendiri tidak mencatatnya. Baik Yahudi maupun Kristen ataupun kelompok2 lain tidak ada yang tahu tentang Ode ini. Pengarangnya pastilah menerima wahyu hebat yang bisa menempatkan dia sekelas dengan para nabi.
Dalam Itqan oleh Suyuti kita diberitahu sebuah insiden mustahil dimana seseorang datang bertanya pada Ibn Abbas mengenai perkataan aneh dalam Quran dan Ibn Abbas melantunkan sebuah ayat puisi bagi setiap kata2 sulit dalam Quran tersebut, kecuali empat buah kata. [Itqan, chapter 36]
Kesan mustahil yang kita dapatkan adlaah bahwa Ibn Abbas dianggap sebagai kamus berjalan mengenai puisi, katanya dia tahu semua puisi yang pernah diucapkan sebelum jaman dia dan di jaman dia mulai dari Yaman hingga Siria.
Dalam bukunya Ulum al-Hadits. Dr. Sobhy as-Saleh mendiskusikan/bertanya kenapa para muslim awal memakai puisi ‘pra-islam’ bukannya hadis, dan lalu ia setuju dengan pernyataan Ustadz Sa’eed al-Afghani, yang menyatakan, “..mereka [para muslim awal] seharusnya tidak pernah memakai puisi2 demikian, puisi yang segera akan diragukan jika diukur oleh standar modern riset sains sekarang.” ['Ulum al-Hadith, Dr Sobhy as-Saleh, Dar al-'Elm lel-Malayeen, Lebanon, p. 333.]
Jadi bukan hanya Taha Hussein saja yang percaya bahwa puisi2 ‘pra islam’ ini hanyalah rekayasa belaka, terdapat juga para ulama sejaman yang berpikir ada hal mencurigakan mengenai puisi2 ‘pra-islam’ ini.
Bahkanpun jika Taha Hussein salah dalam klaimnya bhawa kebanyakan puisi2 pra-islam tersebut hanya karangan jaman sesudah islam, tuduhan2 tersebut sebenarnya sudah lebih dulu ada dan ditetapkan.
Jika ada orang berani dan punya nyali mengarang ratusan dan ribuan baris kumpulan perkataan nabi mereka, berapa banyak yang akan mereka karang dengan bebas mengenai puisi2 yang katanya dikarang oleh orang2 biasa saja.
-----------------------
Untuk dua topik berikutnya, yaitu 3. Non-Hijazi dan kata2 asing
4. Aturan2 tata bahasa, tidak akan saya terjemahkan. Saya tidak punya kemampuan utk menerjemahkannya, kayaknya Hillman atau Murtad Mama lebih berkompeten utk itu.
_________________
Para Muslim tidaklah bodoh. Mereka bisa melihat bahwa Islam adalah salah. Mereka tahu ayat2 Quran bertentangan satu sama lain. Mereka tahu Islam bertentangan dengan kecerdasan manusia dan tidak masuk akal, tapi mereka begitu terjebak di dalamnya sehingga mereka tidak bisa meninggalkannya. Mereka memaksa diri mereka untuk percaya, karena tanpa itu, mereka bagaikan tersesat.
- Ali Sina
Last edited by pod-rock on Sat Jan 19, 2008 5:45 pm; edited 1 time in total
Back to top
View user's profile Send private message
pod-rock
Translator
Joined: 28 Nov 2006
Posts: 560
Topics: 66
PostPosted: Thu Jan 17, 2008 5:56 pm Post subject: Reply with quote
Pencontekan berlanjut
Contekan Islam: Puisi Masa Pra Islam, Hanifian, Ritual Sabian
Oleh : Father Zakaria Boutros
www.fatherzakaria.comKutipan dari Puisi2 masa Pra Islam
Islam mengutip puisi2 karya Emrie’ Al-Q’ies yang hidup 30 tahun sebelum Muhammad:
Dalam salah satu puisinya Emrie’ Al-Q’ies menulis:
The Hour has drawn near, and the moon has been cleft asunder
For a spinner that captured my heart I found myself unable to describe it
With a sleepy charming look and wonderful eyes
The feast passed by me in his adornment he took a sword and killed me
With the swards of a destructive look turned me into a dry stubble of fold-builder
If he left me for an hour the hour will be a bitter decade
The beauty was written on his face with the perfume of Misk
The moons kept going in the darkness I saw the night with its moon
By "Ad-Duha" and by the night when it is still in its ways
"Ad-Duha" artinya sesaat setelah matahari terbit (pagi hari).
Kalimat2 puitis diatas secara literal dicontek dalam ayat2 berikut :
Surat Al-Qamar
54:1:
the Hour has drawn near, and the moon has been cleft asunder
54:29:
he took a sword and killed her
54:31:
they became like the dry stubble of a fold-builder.
Surat Ad-Duha
93:1, 2:
By "Ad-Doha" And by the night, when it is still
Puisi lain dari Emrie’ Al-Q’ies adalah:
He came and the lovers behind him as if they swiftly swarm from every mound
It came in the day of feast in its adornment for like this let the workers work
Kata2 puitis diatas secara literal dicontek dalam ayat2 berikut:
Surat Al-Anbiya'
21:96:
Until, when ya'jûj and Ma'jûj (Gog and Magog), and they swiftly swarm from every mound.
Surat As-Saffaat
37.61:
For like this let the workers work
Apakah Muhammad juga dipengaruhi oleh orang2 lain selain Emrie’ Al-Q’ies?
Ada banyak penyair2 dijaman Muhammad, diantaranya adalah:
Omi’ah Ibn Ab-Alsalat yang punya pengaruh besar pada Muhammad, karena dia sangat suka sekali dengan syair2nya:
Sahih Muslim, Buku 28 Poetry, Hadis no.5602, 5603 dan 5605 adalah mengenai seorang lelaki yang duduk bersama sang nabi lalu dia bertanya apa kau punya syair2 karya Omi’ah Ibn Abu-Alsalat?, orang itu menjawab: Ya, “kalau begitu lantunkan beberapa untukku,” kata sang Nabi. Orang itu melantunkannya satu baris, lalu nabi bilang, teruskan lagi, orang itu melantunkan lagi satu baris, nabi terus berkata agar dia meneruskan, orang itu melantunkan hingga selesai seratus baris puisi. Sang nabi sangat menyukainya.
Book 028, Hadith Number 5602:
'Amr b. Sharid reported his father as saying: One day when I rode behind Allah's Messenger (may peace be upon him), he said (to me): Do you remember any Poetry of Umayya b. Abu Salt. I said: Yes. He said: Then go on. I recited a couplet, and he said: Go on. Then I again recited a couplet and he said: Go on. I recited one hundred couplets (of his poetry). This hadith has been reported on the authority of Sharid through another chain of transmitters but with a slight variation of wording.
Book 028, Hadith Number 5603:
'Amr b. Sharid reported on the authority of his father that Allah's Messenger (may peace be upon him) asked him to recite poetry, the rest of the hadith is the same, out with this addition: "He (that is Umayya b. Abu Sharid was about to become a Muslim and in the hadith transmitted on the authority, of Ibn Mahdi (the words are) "He was almost a Muslim in his poetry."
Book 028, Hadith Number 5604:
Abu Huraira reported Allah's Messenger (may peace be upon him) as saying: The truest word spoken by an Arab (pre-Islamic) in poetry is this verse of Labid: "Behold! apart from Allah everything is vain."
Book 028, Hadith Number 5605:
Abu Huraira reported Allah's Messenger (may peace be upon him) as saying: The truest word uttered by a poet is this verse of Labid: "Behold ! apart from Allah everything is vain," and Umayya b. Abu Salt was almost a Muslim.
Dalam Quran ada banyak kutipan2 dari puisi2 karya lelaki ini:
Omi’ah Ibn Abe-Alsalat menulis dalam puisinya:
The God of All that exist and every land the lord of the firm mountains
He built of them seven strong skies without any pillars that you see
He formed it and decorated it with a light of the shining sun and the moon
And of meteors that are glowing in it
Dan kalimat2 itu persis ada dalam Quran:
Surah Luqman
31.10:
He has created the heavens without any pillars that you see and has set on the earth firm mountains, lest it should shake with you
Dalam buku puisinya “The Poet of Nazarenes” halaman 227, Omi’ah Ibn Abe-Alsalat juga menulis dalam puisinya:
To you the thanks and grace and kingdom, our lord
Nothing greater than you in glory
You ruled over the throne of heaven dominating over all
For his glory faces bow down and prostrate
He has a veil of light and the light is around him
Glowing rivers of light are surrounding him
And the angels with their feet under his throne
If without God ' palms they would be tired
Kalimat2 ini juga ada dalam Quran:
Surat Ash-Shura
42.51:
It is not given to any human being that Allah should speak to him unless by Inspiration, or from behind a veil,"
Surat Al-Hashr
59.24:
He is Allah, the Creator the dominator over His creatures … All that is in the heavens and the earths glorify Him
Surat Ghafir
40.7:
Those angels who bear the Throne"
Apa ada agama lain selain Yudaisme dan Nazarenisme?
Ada Hanifian yang menjadi agamanya Ibrahim.
Apa arti dari Hanifian? Hanifa adalah agamanya Ibrahim; artinya mereka yang menolak menyembah berhala. Waraqa bin Nofal adalah seorang Hanifian sebelum dia berubah menjadi seorang Nazarenisme dan juga Zaid Ibn Omer, dia menyembah di Ghar Hera, dan Muhammad mengunjungi dia disana dan dia belajar darinya tulisan dan bacaan Arab dan mengambil dari dia sebagian2 puisi2 yang dia dapatkan.
Hanifa ini berbeda dari Hanifa sekte islam.
Agama ini disebut beberapa kali dalam ayat2 Quran:
Surat Al-Baqarah
2.135:
Nay we follow only the religion of Ibrahim Hanifa
[2.135] Dan mereka berkata: "Hendaklah kamu menjadi penganut agama Yahudi atau Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk". Katakanlah: "Tidak, bahkan (kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus. Dan bukanlah dia (Ibrahim) dari golongan orang musyrik"
Surat Aal-'Imran
3.95:
Follow the religion of Ibrahim Hanifa
[3.95] Katakanlah: "Benarlah (apa yang difirmankan) Allah". Maka ikutilah agama Ibrahim yang lurus, dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang musyrik.
Surat An-Nisa'
4.125:
follows the religion of Ibrahim Hanifa"
[4.125] Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia pun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya.
Jadi adalah agama Ibrahimlah yang disebut dalam Quran
Dalam Surat Aal-'Imran 3.19:"the religion with Allah is Islam" (Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Islam), ayat ini aslinya adalah “Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Hanifa (Agama Ibrahim)” Tapi ketika Usman membakar Quran dengan menyisakan hanya satu versi saja, dia menggantinya dengan Islam dalam Quran versi barunya.
Tapi diayat2 lain dalam Quran seperti yang ditaati oleh Obey Ibn Ka’b dan Abdullah Ibn Masoud adalah “Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Hanifa”.
Apakah yang menjadi dasar dari Hanifa?
Dalam buku “The Prophetical Life Story” oleh Ibn Hisham, halaman 219:
Dasar dari Hanifa dijelaskan oleh Zaid Ibn Amre dalam puisinya:
Is it one God or thousand gods I worship?
If they divide things I secluded Alat and Elouza all of them
I worship neither Al-'Uzza nor her two daughters
Nor the two idols of Bane Amre, neither Hobble who was a god
But I worship my lord the most gracious, the most forgiver
You should Keep the piety of your God if you keep it, you will never loose
The pious people will have the paradise as a home
While the disbelievers will have the glowing fire as a recompense
Dalam puisi ini ditunjukan prinsip2 dari Agama Hanifa, yaitu:
Ketuhanan yang Maha Esa
Janji surga bagi mereka yang saleh dan neraka bagi yang tidak percaya
Tuhan maha penyayang dan pengampun.
Muhammad sangat sangat terpengaruh oleh Zaid Ibn Omer selama dia belajar 20 tahun darinya.
Bagaimana dengan agama Sabian?
Siapakah mereka? Dan apa pengaruh mereka pada Muhammad?
Agama sabian adalah salah satu diantara banyak agama di semenanjung Arab.
Surat Al-Ma'idah' 5.69:
“those who are the Jews and the Sabians and the Christians, whosoever believed in Allah and the Last Day, and worked righteousness, on them shall be no fear, nor shall they grieve."
[5.69] Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani, siapa saja (di antara mereka) yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
Mengenai Sabian, Mohammed Shukry Al-Boghdady menulis dalam bukunya “Reaching the goals in the Arabs conditions" (belogh Al-Erab fi-ahwal al-Arab):
Sabian adalah mereka yang:
- Berdoa lima kali sehari
- Berdoa pada orang mati tanpa bersujud
- Puasa dibulan Ramadhan dan puasa mereka berkaitan dengan bulan
- Memuja Al-Kabah.
Semua ritual2 ini persis sama dengan yang ada dalam islam, karena memang mereka menconteknya dari ritual2 Agama Sabian.
Berlanjut ke:
Contekan dari Israel
Contekan dari Kristen
Contekan dari Persia dan Zerdeshtian
Contekan dari Pagan
Contekan Batu Hitam
Sabaaarrr.
Orang sabar jauh dari kubur, orang ga sabar dikubur menghadap timur.