answering-faithfreedom

ISLAM
 
HomeHome  ­FAQFAQ  ­SearchSearch  ­MemberlistMemberlist  ­UsergroupsUsergroups  ­RegisterRegister  ­Log inLog in  
Share | 
 

 Contekan-Contekan Quran

View previous topic View next topic Go down 
AuthorMessage
Admin
Admin


Posts: 15
Join date: 2008-05-15

PostSubject: Contekan-Contekan Quran   Thu May 15, 2008 11:12 am

TS: Pod-Rock
http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=21688
=============
Kebutuhan Pangkal Penyontekan: Melindungi keajaiban Quran

Oleh: M. Rafiqul-Haqq dan P. Newton

http://www.answering-islam.org/Authors/Newton/inventions.html

"Need is the mother of invention" artinya kurang lebih “kebutuhan adalah pangkal penemuan”. Peribahasa ini sungguh benar dalam banyak bidang, tapi khususnya jika menyangkut apa yang disebut keajaiban Quran, terjemahannya jadi berubah: "Kebutuhan Pangkal Penyontekan".

Ketika para muslim merasa mereka perlu/butuh melindungi apa yang mereka percayai sebagai sifat ajaib dari Quran, mereka mengarang/merekayasa:

1. Sejumlah besar hadits2.
2. Puisi Pra Islam
3. Non-Hijazi dan kata2 asing
4. Aturan2 tata bahasa

Kita mulai dengan yang nomor 1. Pembuatan hadits2, karena ini menjelaskan motif terselubung akan ‘penemuan’ yang dikarang muslim dibidang2 lainnya yang disebut diatas.

1. Hadis2 Rekayasa

Berikut ini kami kutip perkataan akademisi Muslim, Mahmood Abu Rayyah dalam bukunya Adwa' 'Ala As-Sunnah Al-Muhammadeya. Dalam bab The Godly Fabricators (Para Pengarang Auloh), dia menulis:

Mengarang2 hadits tidak terbatas pada para musuh islam saja tapi juga banyak para muslim saleh yang mengarang hadis dengan pikiran bahwa yang mereka lakukan ini adalah sebuah perbuatan baik dan ketika mereka ditanya, “Bagaimana bisa anda berbohong ke Rasul Allah”, mereka menjawab, “Kami tidak berbohong padanya tapi untuknya.”

Karena berbohong hanya dianggap ‘bohong’ jika sudah ditakdirkan demikian. Muslim meriwayatkan atas otoritas Yahya Ibn Said al-Qattan, dan dari ayahnya, yang berkata, “Belum pernah kulihat orang2 saleh berkata banyak kebohongan kecuali dalam hal hadits.”

Persis seperti kata muslim: kebohongan mengalir dari lidah mereka tanpa sengaja.

Muslim meriwayatkan Abi Zinad yang berkata, “Kulihat di Madina ada seratus orang muslim yg bisa dipercaya tapi aku tidak akan mempercayai mereka jika mereka bicara tentang Haadis.” Alhafez Ibn Hagar berkata “Ada orang bodoh yang dipuja puji karena mengarang hadis2 ancaman dan ejekan”.

Utk membela itu mereka berkata, “Kami tidak berbohong terhadap Rasul kami melakukan apa yang harus dilakukan agar mendukung tradisi ini.”

Abdallah Annahawandi bilang pada salah seorang pengikutnya, Ahmad, “Dari mana kau dapat hadis yang kau ucapkan agar membuat hati orang2 jadi lunak (Raqa’q)?” Dia menjawab, “Kami mengarangnya agar membuat hati massa itu jadi lunak.”

Ibn Al-Gozi bilang mengenai pengikut Ahmad ini bahwa dia seorang yang disiplin yang menolak segala bentuk keinginan dunia, dia biasa hidup hanya dari tumbuhan dan pasar2 di Baghdad ditutup pada hari kematiannya.

Ahmad bin Muhammad al-Marouzi, salah seorang tradisionalis jaman itu yang paling setia, dan seorang pembela Sunnah terkuat yang biasa mendekatkan siapapun yang menyimpang dari Sunnah, tapi meski begitu dia suka mengarang2 hadits dan merubah2nya.

Bukhari melaporkan dalam bukunya at-Tarikh al-Awsat, riwayat dari Omar bin Sobeyh bin ‘Omran at-Tamimi yang berkata: "Aku mengarang/membuat-buat pidato terakhirnya Nabi."

Dan al-Hakem dalam Madkhal, riwayat Abi ‘Ammar al-Marouzi katanya bilang pada Abi ‘Esmah: Dari mana kau dapat riwayat Akramah dan riwayat Ibn Abbas mengenai kebaikan Quran bab demi bab, sedang pengikut Akramah tidak punya satupun tentang itu? Jawabnya: “Aku lihat orang2 mulai mengabaikan Quran dan lebih tertarik pada pekerjaannya Abu Hanifa dan Ibn Ishaq, jadi aku karang saja hadis2 ini.” [Mahmood Abu Rayyah, Adwa' 'Ala As-Sunnah Al-Muhammadeya, Dar al-Ma'aref, Cairo, 1980, pp. 111-112.]

Kita disini bukan mendiskusikan hadits2 karangan yang dibuat/ditempatkan oleh musuh2nya islam. Dan kita tidak mendiskusikan beberapa ‘hadis’ yang kenyataannya berasal dari sumber2 buku kristen.

Kita disini membicarakan materi islam yang murni yang berasal dari otak para pemimpin muslim yang saleh dan suci. Hadis2 karangan ini bukan hanya perubahan kecil disana-sini, tapi seluruhnya berupa karangan. Dan lewat itu semua, karangan ini dilakukan bukan utk menjelekkan islam dan berbohong akan Muhammad, tapi utk menyebarkan ajarannya lewat kebohongan demi Muhammad.

Dalam buku yang disebut diatas, Mahmood Abu Rayyah juga menulis dalam bab How did they justify fabricating the Hadith (Gimana mereka bisa merasa benar mengarang hadis) :

Para pengarang Hadis tidak mengarang tanpa tulisan2 pendukung akan karangan mereka. Tahawi menulis dalam al-Moshkel, riwayat Abu Huraira: Jika kau diberitakan sebuah hadis yang kau suka dan tidak suka, percaya saja, apa kukatakan itu atau tidak! Karena yang kukatakan adalah yang disukai, bukan yang tidak disukai. Khalid bin Yazid berkata: Kudengar Muhammad bin Sa’eed ad-Demeshqi berkata: Jika kutemukan tulisan yang baik, tidak kulihat ada alasan kenapa aku tidak membuat untaian riwayat utk itu. [Mahmood Abu Rayyah, p. 110].

Jadi dengan ‘niat baik’ dan dengan nyontek lisensi ‘kisah Kristus’ dikeluarkanlah hadist2 Sahih Bukhari, vol 9, buku 93, no.559, yang mirip dengan Matius 20:1-16,

Volume 009, Bk 093, No.559:
Diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar: Kudengar Rasul Allah ketika dia berdiri di mimbar, berkata, “Sisa waktu kalian tinggal (dibumi) sama seperti bangsa2 sebelum kalian, sama seperti waktu antara sholat asar dan magrib. Orang2 (yg diberi) Torah diberikan Torah dan mereka bekerja hingga tengah hari, dan lalu mereka capai dan diberi upah mereka, masing2 satu Qirat.. Lalu orang2 yang diberi Injil diberikan injil dan mereka bekerja sampai waktu sholat ashar, lelah dan berhenti, mereka diberi masing2 satu Qirat. Lalu kalian para muslim yang diberi Quran, dan kalian bekerja hingga matahari terbenam hinnga diberi masing2 dua Qirat (dua kali hadiah dari bangsa2 sebelumnya).” Lalu orang2 yang diberi Torah berkata, ‘O Tuhan! Orang2 ini hanya bekerja sebentar saja tapi mendapat hadiah yang lebih besar.” Allah berkata, ‘Apa aku menahan hadiahmu?” Mereka bilang, ‘Tidak.” Lalu Allah berkata, ‘Itu adalah kehendakKu yang aku limpahkan pada siapa Aku mau.””

Matius 20:1-16:
1 "Adapun hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang tuan rumah yang pagi-pagi benar keluar mencari pekerja-pekerja untuk kebun anggurnya.
2 Setelah ia sepakat dengan pekerja-pekerja itu mengenai upah sedinar sehari, ia menyuruh mereka ke kebun anggurnya.
3 Kira-kira pukul sembilan pagi ia keluar pula dan dilihatnya ada lagi orang-orang lain menganggur di pasar.
4 Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku dan apa yang pantas akan kuberikan kepadamu. Dan mereka pun pergi.
5 Kira-kira pukul dua belas dan pukul tiga petang ia keluar pula dan melakukan sama seperti tadi.
6 Kira-kira pukul lima petang ia keluar lagi dan mendapati orang-orang lain pula, lalu katanya kepada mereka: Mengapa kamu menganggur saja di sini sepanjang hari?
7 Kata mereka kepadanya: Karena tidak ada orang mengupah kami. Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku.
8 Ketika hari malam tuan itu berkata kepada mandurnya: Panggillah pekerja-pekerja itu dan bayarkan upah mereka, mulai dengan mereka yang masuk terakhir hingga mereka yang masuk terdahulu.
9 Maka datanglah mereka yang mulai bekerja kira-kira pukul lima dan mereka menerima masing-masing satu dinar.
10 Kemudian datanglah mereka yang masuk terdahulu, sangkanya akan mendapat lebih banyak, tetapi mereka pun menerima masing-masing satu dinar juga.
11 Ketika mereka menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu,
12 katanya: Mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam dan engkau menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat dan menanggung panas terik matahari.
13 Tetapi tuan itu menjawab seorang dari mereka: Saudara, aku tidak berlaku tidak adil terhadap engkau. Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari?
14 Ambillah bagianmu dan pergilah; aku mau memberikan kepada orang yang masuk terakhir ini sama seperti kepadamu.
15 Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati?
16 Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir."

Doa Tuhan ditujukan pada Muhammad, lihat Sunan Abu Dawud, no.3883; mirip dengan Matius 6:9-13:

Buku 022, Nomor Hadits 3883:
Diriwayatkan oleh AbudDarda: Kudengar Rasul Allah (pbuh) berkata: Jika salah satu darimu menderita apapun atau saudaranya menderita, dia harus berdoa: Tuhan Allahku yang ada disurga, disucikanlah namaMu, Berkuasalah perintahmu disurga dan dibumi, seperti pengampunanmu disurga jadikan pengampunanmu dibumi; ampuni dosa2 kami dan kesalahan2 kami; Kau adalah Tuhan orang2 baik; turunkan pengampunanMu dan tolong kami, lepaskanlah pertolonganMu atas penderitaan ini agar disembuhkan.

Matius 6:9-13 :
9 Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,
10 datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
11 Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya
12 dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;
13 dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. [Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.]

Bahkan ajaran dari Rasul Paulus sekarang berasal dari mulut Muhammad, Sahih Bukhari, vol.4, buku 54, no.467, sama dengan 1 Korintus 2:9:

Volume 004, Buku 054, Nomor Hadits 467:
Diriwayatkan oleh Abu Huraira: Rasul berkata, “Allah berkata, ‘Aku disiapkan bagi budak2 salehku hal2 yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak tidak pernah didengar oleh telinga, atau tidak pernah dibayangkan oleh seorang manusiapun.” Jika kau mau, kau bisa melantunkan ayat dari Quran ini: “Tak ada jiwa tahu apa yang disembunyikan bagi mereka, akan kenikmatan pahala utk apa yang mereka sudah lakukan.”

1 Korintus 2:9:
Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia."

Dan jika bukan karena faktor waktu yang jelas2 berbeda, mungkin Hukum Newton, Gaya = Massa x Percepatan, pastilah akan dibuat haditsnya, dan diriwayatkan seakan berasal dari mulut Muhammad sendiri.

Niat menyimpang tapi “tujuannya baik” ini menembus semua topik2. Jika Quran menghadapi masalah2 serius, yang diperlukan hanya orang2 dengan “tujuan baik” dan berniat mengangkat dan membela apa yang mereka percaya sampai keluar jangkauan pikir manusia.

Coba anda bayangkan, jika hadis2 yang “baik2” bisa saja dikarang sedemikian mudah, mungkinkah hadis2 yang “jahat” bisa sampai ada dicantumkan disana? Jika hadis2 “Jahat” itu hanyalah karangan, pastilah sudah dibabat habis oleh para pembela Muhammad. Oleh karena itu, karena hadis2 “Jahat” itu benar2 terjadi dan diucapkan oleh Muhammad, maka para pengikutnya takut kualat jika melenyapkan hadis2 tersebut. Lagipula hadis2 “jahat” tersebut banyak yang berstatus mutawatir (periwayatnya ada lebih dari satu orang), jadi kemungkinan kecil melenyapkan hadis2 “jahat” tsb.

2. PUISI2 KARANGAN

Para muslim dalam membela kesalahan tata bahasa Quran memakai apa yang disebut puisi2 pra-islam sebagai gugus pertama pertahanan mereka. Dalam puisi2 ini, penyimpangan tata bahasa yang ditemukan dalam Quran dicocok-cocokan dengan penyimpangan yang ada dalam puisi2, yg kata mereka sih, dari masa pra-islam.

Beberapa akademisi telah menyimpulkan bahwa apa yang disebut puisi masa pra islam ini ternyata hanyalah karangan para muslim2 belaka. Disini kita akan merangkum secara singkat penemuan2 seorang akademisi muslim Mesir yang bernama Taha Hussein.

Taha Hussein dalam bukunya Fi al-Adab al-Jaheli berpendapat bahwa:

Sejumlah besar puisi yang disebut pra-islam ternyata tidak ada hubungannya dengan literatur2 masa pra-islam, tapi hanya karangan setelah masa islam. Jadi riset kita akan berujung pada sebuah kesimpulan yang sangat aneh; bahwa puisi ini tidak lah bisa dipakai utk menafsirkan Quran. [Fil-Adab al-Jaheli, Taha Hussein, Dar al-Ma'aref, 16th edition, p. 65, 67.]

Dengan membanding-bandingkan isi dari puisi ‘pra-islam’ dengan Quran, Taha Hussein telah menunjukkan bahwa apa yang disebut sebagai literatur masa pra islam tidaklah mewakili kehidupan ekonomi, politis, intelektual ataupun religiusitas perioda2 masa pra-islam. [ibid., pp. 70-80]

Taha Hussein telah memakai beberapa riset yang mendokumentasikan bahwa bahasa, yg katanya dipakai pada puisi pra-islam, sangat jauh berbeda dari puisi2 masa pra-islam yang ada dlm dokumentasinya.

Penulis puisi2 ‘pra-islam’ ini tidak bicara atau menulis dengan bahasa Arabnya Quran tapi bahasa Hameereyin karena penulis2 itu berasal dari suku2 Qahatny. [ibid., pp. 80-92]

Dia juga menetapkan bahwa yg katanya puisi2 pra-islam ini karya suku yang berbeda karena memakai dialek2 yang berbeda pula. Perbedaan dialek ini tidak bisa dideteksi dalam puisi ‘pra islam’ yang mendukung tata bahasa islam. Orang pastinya berharap puisi2 demikian harus mewakili dialek2 sukunya masing2, jadi puisi yang katanya memakai bahasanya Quran, harusnya juga memakai bahasa dialek Quraish. [ibid., pp. 92-105]

Taha Hussain juga mencatat bahwa para akademisi muslim yang mengutip “puisi pra islam” utk membuktikan pandangan2 mereka tidak menemukan kesulitan apapun dalam menemukan bagian2 puisi yang mendukung kasus2 mereka; sedemikian, sehingga Taha Hussain merasa bahwa ‘puisi pra-islam’ ini telah direkayasa agar cocok dengan Quran dan Hadist; tidak kurang dan tidak lebih. [ibid., p. 108]

Taha Hussain, mengutip Ibn Sallam yang mengritik Ibn Ishaq dan yg lainnya, yang memakai puisi karya Aad dan Thamoud, dia bilang puisi ini direkayasa. Bukti kuat utk ini ditemukan dalam Quran yang menyatakan bahwa Allah menghancurkan kaum Aad dan Thamoud tanpa seorangpun yang selamat, yg mampu melantunkan puisi mereka utk generasi berikutnya. [ibid., p. 131].
Back to top Go down
View user profile http://islam.first-forum.com
Admin
Admin


Posts: 15
Join date: 2008-05-15

PostSubject: Re: Contekan-Contekan Quran   Thu May 15, 2008 11:14 am

Perekayasa puisi pra-islam ini bahkan berani bertindak keterlaluan hingga mereka bilang ada puisi2 pra-islam yang dikrang oleh Jin. Taha Hussein mengutip sebuah contoh puisi buatan jin, sebuah ode pujian dari Omar Ibn el-Khatab setelah kematiannya. [ibid., p. 134]

Para pengarang/perekayasa ini tidak puas hanya mengarang puisi pra-islam, mereka bahkan mengarang puisi2 pra-sejarah, sebuah ode pujian Habil, yang terbunuh oleh Kain, dan ditujukan bagi Adam sendiri, tentunya dalam bahasa Arab!

Orang bertanya-tanya gimana bisa kata2 Adam yg begitu puitis bisa lolos dari catatan nabi2 sebelumnya, bahkan Muhammad sendiri tidak mencatatnya. Baik Yahudi maupun Kristen ataupun kelompok2 lain tidak ada yang tahu tentang Ode ini. Pengarangnya pastilah menerima wahyu hebat yang bisa menempatkan dia sekelas dengan para nabi.

Dalam Itqan oleh Suyuti kita diberitahu sebuah insiden mustahil dimana seseorang datang bertanya pada Ibn Abbas mengenai perkataan aneh dalam Quran dan Ibn Abbas melantunkan sebuah ayat puisi bagi setiap kata2 sulit dalam Quran tersebut, kecuali empat buah kata. [Itqan, chapter 36]

Kesan mustahil yang kita dapatkan adlaah bahwa Ibn Abbas dianggap sebagai kamus berjalan mengenai puisi, katanya dia tahu semua puisi yang pernah diucapkan sebelum jaman dia dan di jaman dia mulai dari Yaman hingga Siria.

Dalam bukunya Ulum al-Hadits. Dr. Sobhy as-Saleh mendiskusikan/bertanya kenapa para muslim awal memakai puisi ‘pra-islam’ bukannya hadis, dan lalu ia setuju dengan pernyataan Ustadz Sa’eed al-Afghani, yang menyatakan, “..mereka [para muslim awal] seharusnya tidak pernah memakai puisi2 demikian, puisi yang segera akan diragukan jika diukur oleh standar modern riset sains sekarang.” ['Ulum al-Hadith, Dr Sobhy as-Saleh, Dar al-'Elm lel-Malayeen, Lebanon, p. 333.]

Jadi bukan hanya Taha Hussein saja yang percaya bahwa puisi2 ‘pra islam’ ini hanyalah rekayasa belaka, terdapat juga para ulama sejaman yang berpikir ada hal mencurigakan mengenai puisi2 ‘pra-islam’ ini.

Bahkanpun jika Taha Hussein salah dalam klaimnya bhawa kebanyakan puisi2 pra-islam tersebut hanya karangan jaman sesudah islam, tuduhan2 tersebut sebenarnya sudah lebih dulu ada dan ditetapkan.

Jika ada orang berani dan punya nyali mengarang ratusan dan ribuan baris kumpulan perkataan nabi mereka, berapa banyak yang akan mereka karang dengan bebas mengenai puisi2 yang katanya dikarang oleh orang2 biasa saja.

-----------------------
Untuk dua topik berikutnya, yaitu 3. Non-Hijazi dan kata2 asing
4. Aturan2 tata bahasa, tidak akan saya terjemahkan. Saya tidak punya kemampuan utk menerjemahkannya, kayaknya Hillman atau Murtad Mama lebih berkompeten utk itu.
_________________
Para Muslim tidaklah bodoh. Mereka bisa melihat bahwa Islam adalah salah. Mereka tahu ayat2 Quran bertentangan satu sama lain. Mereka tahu Islam bertentangan dengan kecerdasan manusia dan tidak masuk akal, tapi mereka begitu terjebak di dalamnya sehingga mereka tidak bisa meninggalkannya. Mereka memaksa diri mereka untuk percaya, karena tanpa itu, mereka bagaikan tersesat.
- Ali Sina

Last edited by pod-rock on Sat Jan 19, 2008 5:45 pm; edited 1 time in total
Back to top

View user's profile Send private message
pod-rock
Translator


Joined: 28 Nov 2006
Posts: 560
Topics: 66


PostPosted: Thu Jan 17, 2008 5:56 pm Post subject: Reply with quote
Pencontekan berlanjut

Contekan Islam: Puisi Masa Pra Islam, Hanifian, Ritual Sabian

Oleh : Father Zakaria Boutros www.fatherzakaria.com

Kutipan dari Puisi2 masa Pra Islam

Islam mengutip puisi2 karya Emrie’ Al-Q’ies yang hidup 30 tahun sebelum Muhammad:

Dalam salah satu puisinya Emrie’ Al-Q’ies menulis:

The Hour has drawn near, and the moon has been cleft asunder
For a spinner that captured my heart I found myself unable to describe it
With a sleepy charming look and wonderful eyes
The feast passed by me in his adornment he took a sword and killed me
With the swards of a destructive look turned me into a dry stubble of fold-builder
If he left me for an hour the hour will be a bitter decade
The beauty was written on his face with the perfume of Misk
The moons kept going in the darkness I saw the night with its moon
By "Ad-Duha" and by the night when it is still in its ways

"Ad-Duha" artinya sesaat setelah matahari terbit (pagi hari).

Kalimat2 puitis diatas secara literal dicontek dalam ayat2 berikut :

Surat Al-Qamar
54:1:
the Hour has drawn near, and the moon has been cleft asunder

54:29:
he took a sword and killed her

54:31:
they became like the dry stubble of a fold-builder.

Surat Ad-Duha
93:1, 2:
By "Ad-Doha" And by the night, when it is still

Puisi lain dari Emrie’ Al-Q’ies adalah:

He came and the lovers behind him as if they swiftly swarm from every mound
It came in the day of feast in its adornment for like this let the workers work

Kata2 puitis diatas secara literal dicontek dalam ayat2 berikut:

Surat Al-Anbiya'
21:96:
Until, when ya'jûj and Ma'jûj (Gog and Magog), and they swiftly swarm from every mound.

Surat As-Saffaat
37.61:
For like this let the workers work

Apakah Muhammad juga dipengaruhi oleh orang2 lain selain Emrie’ Al-Q’ies?

Ada banyak penyair2 dijaman Muhammad, diantaranya adalah:

Omi’ah Ibn Ab-Alsalat yang punya pengaruh besar pada Muhammad, karena dia sangat suka sekali dengan syair2nya:

Sahih Muslim, Buku 28 Poetry, Hadis no.5602, 5603 dan 5605 adalah mengenai seorang lelaki yang duduk bersama sang nabi lalu dia bertanya apa kau punya syair2 karya Omi’ah Ibn Abu-Alsalat?, orang itu menjawab: Ya, “kalau begitu lantunkan beberapa untukku,” kata sang Nabi. Orang itu melantunkannya satu baris, lalu nabi bilang, teruskan lagi, orang itu melantunkan lagi satu baris, nabi terus berkata agar dia meneruskan, orang itu melantunkan hingga selesai seratus baris puisi. Sang nabi sangat menyukainya.

Book 028, Hadith Number 5602:
'Amr b. Sharid reported his father as saying: One day when I rode behind Allah's Messenger (may peace be upon him), he said (to me): Do you remember any Poetry of Umayya b. Abu Salt. I said: Yes. He said: Then go on. I recited a couplet, and he said: Go on. Then I again recited a couplet and he said: Go on. I recited one hundred couplets (of his poetry). This hadith has been reported on the authority of Sharid through another chain of transmitters but with a slight variation of wording.

Book 028, Hadith Number 5603:
'Amr b. Sharid reported on the authority of his father that Allah's Messenger (may peace be upon him) asked him to recite poetry, the rest of the hadith is the same, out with this addition: "He (that is Umayya b. Abu Sharid was about to become a Muslim and in the hadith transmitted on the authority, of Ibn Mahdi (the words are) "He was almost a Muslim in his poetry."

Book 028, Hadith Number 5604:
Abu Huraira reported Allah's Messenger (may peace be upon him) as saying: The truest word spoken by an Arab (pre-Islamic) in poetry is this verse of Labid: "Behold! apart from Allah everything is vain."

Book 028, Hadith Number 5605:
Abu Huraira reported Allah's Messenger (may peace be upon him) as saying: The truest word uttered by a poet is this verse of Labid: "Behold ! apart from Allah everything is vain," and Umayya b. Abu Salt was almost a Muslim.

Dalam Quran ada banyak kutipan2 dari puisi2 karya lelaki ini:

Omi’ah Ibn Abe-Alsalat menulis dalam puisinya:

The God of All that exist and every land the lord of the firm mountains
He built of them seven strong skies without any pillars that you see
He formed it and decorated it with a light of the shining sun and the moon
And of meteors that are glowing in it

Dan kalimat2 itu persis ada dalam Quran:

Surah Luqman
31.10:
He has created the heavens without any pillars that you see and has set on the earth firm mountains, lest it should shake with you

Dalam buku puisinya “The Poet of Nazarenes” halaman 227, Omi’ah Ibn Abe-Alsalat juga menulis dalam puisinya:

To you the thanks and grace and kingdom, our lord
Nothing greater than you in glory
You ruled over the throne of heaven dominating over all
For his glory faces bow down and prostrate
He has a veil of light and the light is around him
Glowing rivers of light are surrounding him
And the angels with their feet under his throne
If without God ' palms they would be tired

Kalimat2 ini juga ada dalam Quran:

Surat Ash-Shura
42.51:
It is not given to any human being that Allah should speak to him unless by Inspiration, or from behind a veil,"

Surat Al-Hashr
59.24:
He is Allah, the Creator the dominator over His creatures … All that is in the heavens and the earths glorify Him

Surat Ghafir
40.7:
Those angels who bear the Throne"

Apa ada agama lain selain Yudaisme dan Nazarenisme?

Ada Hanifian yang menjadi agamanya Ibrahim.

Apa arti dari Hanifian? Hanifa adalah agamanya Ibrahim; artinya mereka yang menolak menyembah berhala. Waraqa bin Nofal adalah seorang Hanifian sebelum dia berubah menjadi seorang Nazarenisme dan juga Zaid Ibn Omer, dia menyembah di Ghar Hera, dan Muhammad mengunjungi dia disana dan dia belajar darinya tulisan dan bacaan Arab dan mengambil dari dia sebagian2 puisi2 yang dia dapatkan.

Hanifa ini berbeda dari Hanifa sekte islam.

Agama ini disebut beberapa kali dalam ayat2 Quran:

Surat Al-Baqarah
2.135:
Nay we follow only the religion of Ibrahim Hanifa

[2.135] Dan mereka berkata: "Hendaklah kamu menjadi penganut agama Yahudi atau Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk". Katakanlah: "Tidak, bahkan (kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus. Dan bukanlah dia (Ibrahim) dari golongan orang musyrik"

Surat Aal-'Imran
3.95:
Follow the religion of Ibrahim Hanifa

[3.95] Katakanlah: "Benarlah (apa yang difirmankan) Allah". Maka ikutilah agama Ibrahim yang lurus, dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang musyrik.

Surat An-Nisa'
4.125:
follows the religion of Ibrahim Hanifa"

[4.125] Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia pun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya.

Jadi adalah agama Ibrahimlah yang disebut dalam Quran

Dalam Surat Aal-'Imran 3.19:"the religion with Allah is Islam" (Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Islam), ayat ini aslinya adalah “Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Hanifa (Agama Ibrahim)” Tapi ketika Usman membakar Quran dengan menyisakan hanya satu versi saja, dia menggantinya dengan Islam dalam Quran versi barunya.

Tapi diayat2 lain dalam Quran seperti yang ditaati oleh Obey Ibn Ka’b dan Abdullah Ibn Masoud adalah “Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Hanifa”.

Apakah yang menjadi dasar dari Hanifa?

Dalam buku “The Prophetical Life Story” oleh Ibn Hisham, halaman 219:

Dasar dari Hanifa dijelaskan oleh Zaid Ibn Amre dalam puisinya:

Is it one God or thousand gods I worship?
If they divide things I secluded Alat and Elouza all of them
I worship neither Al-'Uzza nor her two daughters
Nor the two idols of Bane Amre, neither Hobble who was a god
But I worship my lord the most gracious, the most forgiver
You should Keep the piety of your God if you keep it, you will never loose
The pious people will have the paradise as a home
While the disbelievers will have the glowing fire as a recompense

Dalam puisi ini ditunjukan prinsip2 dari Agama Hanifa, yaitu:

Ketuhanan yang Maha Esa
Janji surga bagi mereka yang saleh dan neraka bagi yang tidak percaya
Tuhan maha penyayang dan pengampun.

Muhammad sangat sangat terpengaruh oleh Zaid Ibn Omer selama dia belajar 20 tahun darinya.

Bagaimana dengan agama Sabian?

Siapakah mereka? Dan apa pengaruh mereka pada Muhammad?

Agama sabian adalah salah satu diantara banyak agama di semenanjung Arab.

Surat Al-Ma'idah' 5.69:
“those who are the Jews and the Sabians and the Christians, whosoever believed in Allah and the Last Day, and worked righteousness, on them shall be no fear, nor shall they grieve."

[5.69] Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani, siapa saja (di antara mereka) yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Mengenai Sabian, Mohammed Shukry Al-Boghdady menulis dalam bukunya “Reaching the goals in the Arabs conditions" (belogh Al-Erab fi-ahwal al-Arab):

Sabian adalah mereka yang:

- Berdoa lima kali sehari
- Berdoa pada orang mati tanpa bersujud
- Puasa dibulan Ramadhan dan puasa mereka berkaitan dengan bulan
- Memuja Al-Kabah.

Semua ritual2 ini persis sama dengan yang ada dalam islam, karena memang mereka menconteknya dari ritual2 Agama Sabian.

Berlanjut ke:
Contekan dari Israel
Contekan dari Kristen
Contekan dari Persia dan Zerdeshtian
Contekan dari Pagan
Contekan Batu Hitam

Sabaaarrr.
Orang sabar jauh dari kubur, orang ga sabar dikubur menghadap timur.
Back to top Go down
View user profile http://islam.first-forum.com
Admin
Admin


Posts: 15
Join date: 2008-05-15

PostSubject: Re: Contekan-Contekan Quran   Thu May 15, 2008 11:18 am

JAWABAN DARI PIHAK MUSLIM
http://faithfreedom.myforumportal.com/forum/viewtopic.php?t=857
Montir Kepala wrote:
[16:103] Dan sesungguhnya Kami mengetahui bahwa mereka berkata: "Sesungguhnya Al Qur'an itu diajarkan oleh seorang manusia kepadanya ". Padahal bahasa orang yang mereka tuduhkan Muhammad belajar kepadanya bahasa 'Ajam , sedang Al Qur'an adalah dalam bahasa Arab yang terang.

jika kita benar2 faham maksud ayat di atas ... logika yg terkandung dlm ayat tersebut sangat mendasar untuk di jawab. tuduhan2 Quran adalah contekan, Quran adalah hasil belajar Nabi pada Kitab2 yg dipegang Yahudi dan nasrani harus lah memenuhi syarat untuk terbuktinya tuduhan tersebut.

berdasar logika ayat tsb :
pertama, Quran berbahasa yg berbeda dgn kitab2 yahudi dan nasrani. berarti pemindahan dari bahasa mereka ke bahasa arab murni diperlukan kepiawaian tinggi. yaitu :

1. Sang pemindah bahasa harus FAHAM betul 2 bahasa yaitu bahasa alkitab dan bahasa Arab terang (bernilai tinggi).

2. Pasti ada kegiatan yg jelas mempelajarinya.


2 saja itu buktikan dgn kuat..!! jika tidak maka tulisan selebar itu hanyalah ASUMSI belaka... Laughing
Back to top Go down
View user profile http://islam.first-forum.com
 

Contekan-Contekan Quran

View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 1

Permissions of this forum:You cannot reply to topics in this forum
answering-faithfreedom :: Jawaban Fitnah Faithfreedom :: Al-Quran-